Friday, November 13, 2009

Menampilkan Isi Blog Ke Notes (Catatan) Facebook Secara Otomatis

Apakah Anda punya Blog, klok jawabannya pasti iya karena anda sudah membaca artikel ini. Apakah Anda punya Account Facebook, lom tentu ada karena ga semua blogger lom punya facebook. Nah artikel ini akan membahas bagi Anda yang punya blog dan sekalian juga punya account Facebook. Disini saya akan membahas bagaimana cara semua artikel kita bisa secara otomatis masuk ke Notes (Catatan) Facebook. Langsung aja yaa.

  1. Pertama pasti harus Login dulu pada Facebook
  2. Masuk halaman Profile
  3. Tepat di bawah tombol Share (Bagikan) terdapat Options. Klik Options lalu Settings
  4. Pilih Blog/RSS dan masukkan URL Blog anda pada label langsung Import.
  5. Tunngu beberapa saat, karena akan mengimport semua isi blog. Tunggu sampai finish.           
  6. Nah, sudah selesai deh, untuk memastikan lihat Notes ( Catatan ) Anda di Facebook.
Hal yang gampang bukan. Jadi cuma nulis di blog, langsung di import ke Facebook. Jadi gak perlu 2 kali kerja. Ini aja dulu yaa. Selamat memcoba yaaa.  Oya untuk info tambahan, baru dilakukan pada halaman blogspot dan domain bayar seperti dotcom. Jadi, bagi yang wordpress silahkan dicoba sendiri yaa.

Pertama Kali Naik Kereta Pas Kerja

Hari ini adalah Jum'at, selama ini aku kerja menggunakan angkot ( I Angkot ). Tapi entah kenapa tadi pagi aku iseng aja cobain naik kereta api. Yaa, berhubung stasion Pondok Cina dekat dari kosant ku., dan termasuk pengiritan juga sih. Karena dari Pondok Cina Pasar Minggu Baru cuma Rp. 1.000. Kan lumayan irit. Setibanya di stasiun Pondok Cina, aku bertanya ama penjaga tiket, " Sekarang kereta apa yang mau datang mas", dia jawab "Ekonomi". Langsung aku beli tiket Ekonomi. Tiba kereta datang, langsung aku bersungut dalam hati "Alamak, parah kali nih kereta, mau dimana lagi aku berdiri". Tanpa pikir panjang, langsung aku serobot aja ke dalam.

Setiba di dalam, aku mati gaya, hanya bisa geser sana dan geser sini karena desakan dari orang². Kereta mulai jalan, di dalam hati aku sibuk menghapal stasiun. Karena takut kebablasan kalau ga hapal, maklum masih pemulah. Stasiun demi stasiun aku lewati. Setiba di stasiun Tanjung barat, aku belum siap². Nah pas di Pasar Minggu aku udah mulai siap², mungkin sudah cukuplah baris ke 4 dari pintu. Nah, pas di Pasar Minggu Baru aku mau turun, tapi entah kenapa banyak banget yang naik, kurang lebih 10 orangn lebih deh, Aku jadi kesusahan untuk turun. Gila nih pikirku dalam hati. Aku terus berusaha untuk turun, tapi emang udah penuh dan kejepit, aku tak mampu dan akhirnya kereta jalan lagi. Apesnya diriku hari ini. Nah, aku langsung aja dorong lagi biar bisa di depan pintu. Nah, pas tiba di Kalibata, aku akhirnya turun.

Aku sempat diam sebentar, karena kelewatan. Aku liat jam masih jam 7:15 WIB. Ya, karena masih belum telat, aku pindah ke jalur lain untuk balik arah ke Pasar Minggu Baru, dan langsung beli tiket. Tapi pas aku kasih uang Rp. 1.000, ternyata kurang, karena tiketnya Rp. 1.500. Kenapa bedaya, tanyaku dalam hati. Ya sudahlah aku langsung bayar aja. Mulai nunggu deh. Ga berapa lama keretapun datang, ternyata ga sesumpek tadi, karena emang beda arah. Akupun langsung naik, dan mulai tenang.

Setibanya aku di kantor jam 7:50 WIB. Aku diam sebentar. Dan atur strategi untuk naik kereta berikut. Karena ga mungkin kedua kali aku harus begini. Benar² pelajaran bagiku. Beginilah susahnya cari duit. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Kereta Api, apakah aku akan menaiki mu lagi untuk pertemuan berikut. Kita liat aja nanti.

Tuesday, November 10, 2009

Pengantar Telematika

Sekarang saya mau membahasa sedikit telematika. Ya walaupun saya masih kurang paham, tetapi tetap saya harus bisa. Awalnya juga saya nggak kepikiran membahas ini, nah karena adanya pelajaran baru dari kampus saya yaitu Pengantar Telematika. Pelajaran ini berjenis softskill. Awalnya aku bingung, tapi setelah dicari tau, ternyata emang seharusnya uda penting pelajaran softskill. Apalagi saya jurusan Sistem Informasi. Kan malu kalau gaptek. Ya begitulah sedikit ceritanya, kita langsung ke pembahasan aja ya.

Telematika ternyata bukan asli bahasa Indonesia. Seperti banyak kata-kata bahasa Indonesia lainnya. Masih mengandung serapan dari bahasa asing plus bahasa daerah. Telematika tersebut diambil dari bahasa Prancis yaitu TELEMATIQUE yang kurang lebih dapat di artikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Nah seperti itulah arti dan sumber dari kata Telematika itu sendiri.

Dari hasil pencarian telematika, saya menemukan di milis telematika dimana milis ini adalah salah satu milis terbesar indonesia. Dari milis ini ada istilah telematika dari Paulus Bambang Wirayan yang menyatakan
…Untuk mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”,
ma=”Multimedia” dan
tika=”Informatika”
kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU
Sementara dari hasil membaca Pengantar Telematika pada Mata kuliah Hukum  Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut:
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Jika diliat dari kedua tulisan, arti telematika sendiri masih rancu. Apakah “Telekomunikasi dan Informatika” atau “Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Jadi, intinya adalah ilmu yang mempelajari telekominikasi dan multimedia yang menggunakan teknologi sabagai sarana informatika.

Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.

“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan.  Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nantidapat diambil lagi……
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapidapat dirasakan jauh di relung hati kita.